Showing posts with label INFO. Show all posts
Showing posts with label INFO. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

EMPAT PATAKA KERAJAAN MAJAPAHIT

Berikut ini akan sedikit kami uraikan tentang Pataka peninggalan Kerajaan Majapahit yang seharusnya tetap ada di negara kita sendiri.

PATAKA SANG DWIJA NAGA NARESWARA

Info MajapahitPataka Sang Dwija Naga Nareswara dari Kerajaan Majapahit ini berbentuk Tombak Pataka Nagari sebagai perwujudan dari Naga Kembar penjaga Tirta Amertha, terbuat dari bahan tembaga. Tombak  Pataka ini di buat di era Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT (Wilwatikta). Merupakan satu-satunya tombak pataka Singhasari yang mampu diselamatkan oleh SANGRAMA WIJAYA pada saat keruntuhan Kerajaan Singhasari akibat serbuan Kerajaan Gelang-gelang. Pataka lainnya berhasil dikuasai dan diboyong oleh Raja Jayakatwang ke Kerajaan Gelang-gelang.
Pada Tombak Pataka ini lah pertama kali di pasang bendera Kerajaan Wilwatikta (Majapahit) ketika di proklamirkan di hutan Tarikh (setelah penyerbuan pasukan Tartar dan pasukan SANGRAMA WIJAYA atas Kerajaan Gelang-gelang). Bendera tersebut bernama : Gula – Kelapa (Merah – Putih), yang sekarang kita warisi menjadi Bendera Sang Saka Merah Putih.

Tombak Pataka ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA

Dengan data museum sebagai berikut :

Halberd Head with Nagas and Blades
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper Alloy
Dimensions: H.17 1/4 in. (43.8 cm); W. 9 3/4 in. ( 24.8 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Bequest of Samuel Eilenberg, 1998
Accession Number: 2000.284.29a, b
This artwork is currently on display in Gallery 247

Hal ini cukup mengherankan saya, sebab Amerika Serikat tidak mempunyai benang merah sejarah dengan bangsa Indonesia. Mungkin artefak ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dan dikirim ke Eropa, baru kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat (???).

Tombak Sang Dwija Naga Nareswara ini sepertinya pernah di singgung dalam prasasti tahun 1305 AD bagian II  yang menjelaskan nama abhiseka Kertarajasa Jayawardhana (Bhre Wijaya / pendiri kerajaan Majapahit). Dikatakan bahwa nama beliau terdiri dari 10 suku yang dapat dipecah menjadi empat kata yakni kerta, rajasa, jaya dan wardhana. Unsur kerta mengandung arti bahwa baginda memperbaiki pulau Jawa dari kekacauan yang ditimbulkan oleh penjahat-penjahat dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Unsur rajasa mengandung arti bahwa baginda berjaya mengubah suasana gelap menjadi suasana terang-benderang akibat kemenangan beliau terhadap musuh-musuhnya. Unsur jaya mengandung arti bahwa baginda memiliki lambang kemenangan berupa senjata tombak berujung mata tiga (trisula muka) dan karena senjata tersebut segenap musuh hancur lebur. Unsur wardhana mengandung arti bahwa baginda menghidupkan segala agama, melipat gandakan hasil bumi, terutama padi demi kesejahteraan rakyatnya. 


PATAKA SANG HYANG BARUNA

Info MajapahitPataka Kerajaan Majapahit ini bernama Sang Hyang Baruna berupa sebuah tombak (Tombak Pataka Nagari) dengan dua mata tombak kembar di atas kepala dan ekor naga, pataka ini terbuat dari bahan tembaga. Tombak Pataka ini di buat pada jaman Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT (Wilwatikta). Pataka ini biasa dipasang di atas kapal yang memimpin sebuah rombongan ekspedisi, untuk menandai adanya seseorang diatas kapal tersebut yang bertindak mewakili Raja atau Negara. Bendera atau panji-panji yang dipasang bernama : “Getih – Getah Samudra” (lima garis merah dan empat garis putih), sebagai bendera armada militer SINGHASARI / MAJAPAHIT. Sampai saat ini bendera ini tetap dipakai oleh TNI-AL dalam kapal-kapal perangnya di perairan internasional, dengan nama panji-panji : “Ular-ular Tempur”.

Pataka ini pertama kali di bawa oleh pasukan ekspedisi PAMALAYU dan diserahkan kembali kepada Kerajaan Majapahit sebagai penerus dari Kerajaan Singhasari. Pataka ini telah berkiprah pada “Ekspedisi PAMALAYU (Singhasari)”, “Ekspedisi Duta Besar ADITYAWARMAN ke China (Majapahit)” hal ini dilakukan dua kali, “Ekspedisi NUSANTARA oleh GAJAHMADA (Majapahit)”. Dan tetap eksis hingga saat ini, dilanjutkan oleh TNI-AL sebagai kekuatan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Tombak Pataka (Sang Hyang Baruna) ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA


Dengan data museum sebagai berikut :

Halberd Head with Naga and Blades
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper alloy
Dimensions: H.17 1/2 in. (44.4 cm); Gr. W. 8 1/4 in. (21 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Gift of Samuel Eilenberg, 1996
Accession Number: 1996.468a, b
This artwork is currently on display in Gallery 247


Satu hal yang amat mengganjal di hati (sebagai masyarakat pewaris Majapahit) adalah : Mengapa Pataka Majapahit ini sampai bisa berada di Amerika Serikat yang nota bene tidak memiliki hubungan kesejarahan dengan bangsa kita ?

Bendera Getih - Getah - Samudra

SANG PELOPOR DAN PENERUS PATAKA “SANG HYANG BARUNA”
Dalam menjalankan politik NUSANTARA (penyatuan seluruh kepulauan nusantara di bawah panji-panji Kerajaan Majapahit), terdapat 3 nama besar yang cukup disegani dalam pelaksanaannya.

Yang pertama adalah : ADITYAWARMAN (dengan pangkat tertingi Wredhamantri), adalah keluarga raja yang meniti kariernya di dunia militer sebagai penerus ayahandanya (keluarga Raja Singhasari) MAHESA ANABRANG yang bergelar ADWAYABRAHMA. Kedua-duanya dikenal tangguh di medan pertempuran, jago strategi dan ulet menjalankan misi diplomatik (MAHESA ANABRANG adalah pimpinan misi diplomatik ekspedisi PAMALAYU Singhasari ke Kerajaan DHARMASRAYA, jejak ini diikuti putranya : ADITYAWARMAN yang melakukan “mission imposible” dengan melakukan kunjungan diplomatik ke Kaisaran China. Padahal baru 2 dekade pasukan Tartar ini digempur dalam pertempuran tanah Jawa oleh Bhre WIJAYA, dan mereka sedang mempersiapkan gempuran balasan). Kehandalan ADITYAWARMAN sebagai duta-lah yang bisa menetralisir keadaan dan bahkan menemukan kesepahaman dalam hubungan diplomatik antar negara. Baik ayah dan anak ini ketika melakukan tugasnya : membawa Tombak Pataka SANG HYANG BARUNA.

Yang kedua dan ketiga adalah dua serangkai : Panglima Laut Rakarian Tumenggung MPU NALA dan Mahapatih Amangkubhumi MPU MADA. Keduanya secara bahu-membahu menjalankan tugas penyatuan Nusantara dengan konsisten dibidangnya masing-masing. MPU NALA adalah generasi kedua panglima armada laut Kerajaan Majapahit, ayahandanya dikenal sebagai panglima laut yang memimpin rombongan pertama ekspedisi Pamalayu Singhasari menuju Kerajaan Tumasik (Singapura) di selat Malaka. Maka penunjukannya sebagai Panglima Laut di era pemerintahan Rani TRIBHUWANA TUNGGADEWI ini bersifat mutlak, mengingat banyak pelaut-pelaut yang dahulu mengabdi kepada ayahandanya telah bersumpah setia mendukung kepemimpinannya mengarungi samudra. Dikenal jago pertempuran laut dan pandai menyatukan pasukan laut yang berasal dari beberapa negara bawahan.

Mahapatih Amangkubhumi MPU MADA adalah tokoh kunci dari politik penyatuan Nusantara lewat SUMPAH PALAPA-nya. Seorang militer tulen yang memulai karirnya dari bawah sebagai bekel bhayangkara dan dikenal cerdas mempelajari ilmu pemerintahan. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh politik NUSANTARA Kerajaan Singhasari Raja SRI KERTANEGARA dan hal ini cocok dengan pemikiran Rani Majapahit (TRIBHUWANA TUNGGADEWI yang juga cucu dari SRI KERTANEGARA) yang mendapat pemahaman serupa dari ibundanya : DYAH AYU GAYATRI.

Keteguhan hati sang MPU MADA dalam mencapai cita-citanya diujinya sendiri dalam berbagai medan pertempuran pada separuh masa kehidupannya. Kemampuannya yang ulet, luwes sekaligus tegas dan tangguh telah mewariskan kepada kita wilayah Negara INDONESIA Raya yang luas ini.

Dalam menjalankan ekspedisinya, kapal panglimanya selalu membawa Tombak Pataka Sang Hyang BARUNA dan mengibarkan panji-panji kebesaran Majapahit (Getih - Getah - Samudra).

Rupanya perjalanan sejarah tersebut diabadikan secara konsisten oleh TNI-AL sebagai kekuatan maritim INDONESIA. Panji-panji Maritim Majapahit tetap dipakai hingga saat ini, bahkan GAJAHMADA dibuatkan monumennya di Markas Komando TNI-AL Surabaya. Keduanya baik MPU NALA maupun  MPU MADA, namanya diabadikan sebagai nama kapal perang : KRI. NALA dan KRI. GAJAHMADA.


PATAKA SANG PADMANABA WIRANAGARI

Tombak Pataka Nagari kerajaan Majapahit yang ketiga terbuat dari bahan tembaga bernama Sang Padmanaba Wiranagari (Teratai Kemuliaan Pembela Negeri).
Info Majapahit
Tombak Pataka ini di buat di era Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan WILWATIKTA (MAJAPAHIT). Adalah Pataka yang direbut kembali oleh para senopati Singhasari eks ekspedisi PAMALAYU di Kerajaan Jayakatwang Kediri. Pasukan ini merasa terluka hatinya dikarenakan kerajaan Singhasari diruntuhkan Jayakatwang ketika mereka tidak berada di tempat, sehingga tidak bisa membela negara. Ketika mereka pamit melakukan tindakan perebutan kembali pataka-pataka Singhasari sebagai wujud pengembalian kehormatan Singhasari kepada SANGRAMA WIJAYA sempat tidak diijinkan. Karena SANGRAMA WIJAYA masih trauma akan perang saudara yang baru saja dijalaninya (Raja JAYAKATWANG adalah sepupu SRI KERTANEGARA yang sekaligus besannya, dan masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan SANGRAMA WIJAYA melalui kakeknya NARASINGAMURTI).

Kemudian para senopati ini nekat berangkat setelah berpamitan kepada Prameswari TRIBHUWANESWARI (yang juga putra pertama SRI KERTANEGARA dan istri SANGRAMA WIJAYA). TRIBHUNARESWARI tidak menjawab YA atau TIDAK, hanya bersabda : PENUHI DHARMAMU SEBAGAI KSATRYA. Dan ini yang menjadi legitimasi bagi para senopati ekspedisi PAMALAYU merebut kembali panji pataka peninggalan Singhasari yang ada di Daha.

Mereka akhirnya berhasil membawa pulang 5 (lima) panji Pataka Singhasari dan meneguhkan sikap para kerabat di wilayah Daha (yang masih bingung harus bersikap mengabdi kepada siapa), bahwa Majapahit adalah penerus Singhasari yang sah dan penerus Rajasawangsa.

Pada Tombak Pataka ini lah pertama kali di pasang Lambang Kerajaan Wilwatikta (Majapahit). Ada 4 (empat) kali perubahan lambang negara Majapahit yang pernah ditambatkan pada Pataka ini. Pada foto diatas adalah lambang kedua yang dipakai pada masa pemerintahan Rani TRIBHUWANA TUNGGADEWI dan Raja SRI RAJASANAGARA DYAH HAYAM WURUK, dimana Majapahit mengalami masa keemasannya. Mengenai keempat Lambang Negara Majapahit dapat anda lihat pada catatan yang lain. Semua Lambang Kerajaan (keempat-empatnya) bernama : SURYA WILWATIKTA. Banyak yang menyebutnya juga sebagai SURYA MAJAPAHIT.

Tombak Pataka ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA


Dengan data museum sebagai berikut :

Top of a Scepter
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper alloy
Dimensions: H. 16 1/16 in. (40.8 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Gift of Samuel Eilenberg, 1987
Accession Number: 1987.142.184
This artwork is currently on display in Gallery 247


Hal ini cukup mengherankan saya, apa hubungan Amerika Serikat dengan sejarah bangsa Indonesia. Mungkin artefak ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dan dikirim ke Eropa, baru kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat (???).


SANG HYANG NAGA AMAWABHUMI

Pataka Kerajaan Majapahit ke 4 berbentuk tombak naga berbahan tembaga yang dikenal dengan sebutan Sang Hyang Naga Amawabhumi yang artinya Naga Penjaga Keadilan.

SUSUNAN PENGADILAN
Info Majapahit Semua keputusan dalam pengadilan di ambil atas nama Raja yang disebut Sang Amawabhumi yang artinya : orang yang mempunyai atau menguasai negara. Dalam Mukadimah Kutara Manawa (Undang-Undang jaman Majapahit) ditegaskan demikian : Semoga Sang Amawabhumi teguh hatinya dalam menetapkan besar kecilnya denda, jangan sampai salah. Jangan sampai orang yang bertingkah salah, luput dari tindakan. Itulah kewajiban Sang Amawabhumi, jika beliau mengharapkan kerahayuan negaranya.

Dalam soal pengadilan Raja dibantu oleh dua orang dharmadhyaksa, yaitu Dharmadhyaksa Kasaiwan (kepala agama Siwa) dan Dharmadhyaksa Kasogatan (kepala agama Budha) dengan sebutan Dang Acarya. Karena kedua agama tersebut merupakan agama utama dalam Kerajaan Majapahit, maka segala perundang-undangan didasarkan kepada kedua agama tersebut.

Kedudukan Dharmadhyaksa dapat disamakan dengan Hakim Tinggi, mereka itu dibantu oleh lima orang upapatti yang artinya pembantu dharmadhyaksa. Mereka tersebut dalam beberapa piagam atau prasasti biasa disebut dengan sang pamegat atau disingkat samgat artinya sang pemutus alias hakim. Baik Dharmadhyaksa maupun Upapatti bergelar Dang Acarya. Pada mulanya terdapat lima Sang Pamegat yaitu Sang Pamegat Tirwan, Sang Pamegat Kandamuhi, Sang Pamegat Manghuri, Sang Pamegat Jambi dan Sang Pamegat Pamotan, kelimanya termasuk golongan Kasaiwan.

Pada masa pemerintahan Dyah Hayamwuruk, ditambah dengan dua orang upapatti dari golongan Kasogatan yaitu Sang Pamegat Kandangan Tuha dan Sang Pamegat Kandangan Rare, sehingga keseluruhan pejabat pengadilan ada dua orang dharmadhyaksa dan tujuh orang upapatti.

Demikian uraian kami tentang empat pataka Kerajaan Majapahit.
 

Tuesday, June 19, 2012

GOOGLE PINGUIN, ALGORITMA GOOGLE 2012

INFORMASI MAJAPAHIT. Google Pinguin, algoritma Google 2012 ini saya dapatkan dari hasil blogwalking ke blog CARA GAMPANG, dan saat ini akan saya share pengetahuan tersebut kepada anda sekalian pengunjung blog INFORMASI MAJAPAHIT yang setia serta rela untuk meninggalkan komentar-komentarnya di blog yang sederhana ini.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 24 April 2012, Goggle kembali melakukan gebrakan baru dalam menentukan peringkat blog/web berdasarkan suatu algoritma yang baru, yang dikenal dengan sebutan Google Pinguin. Rupa-rupanya kemarahan Google Panda belumlah cukup untuk memberantas blog-blog atau website yang memiliki konten-konten dari hasil copy paste serta spam dan AGC, lebih-lebih mereka yang mempraktekkan black hat SEO dalam rangka optimasi blog.

Algoritma Google Pinguin ini lebih mengarah atau menitik beratkan kepada keaslian konten (artikel-artikel) berikut backlink yang berkualitas. Google Pinguin lebih sensitif terhadap web atau blog yang mempergunakan cara-cara black hat SEO sebagai senjata utamanya untuk melakukan proses optimasi blog. Jadi secara ringkas, algoritma Google Pinguin ini lebih diarahkan kepada blog-blog dari hasil copas (copy paste) yang tidak jujur. Sebaliknya, Google Pinguin ini akan lebih mengutamakan penggunaan link building (backlink) satu arah atau satu jalur, serta berkualitas dan memiliki relevansi dengan blog pencari backlink tentunya.

Dampak beroperasinya Goggle Pinguin ini adalah menurunnya visitor blog secara drastis dan tiba-tiba, yang mana hal ini pasti akan dialami oleh semua webmaster tanpa kecuali. Oleh karenanya, untuk menghindari tingkah laku Google Pinguin tersebut, berikut ini ada beberapa tips-trik untuk menghindar dari sapuan Google Pinguin ini, yaitu  :
  • Lakukan update blog secara sistematis dan teratur sesuai dengan skema yang telah anda tetapkan pada bagian template blog.
  • Buatlah artikel anda berbeda dengan artikel-artikel yang lainnya walaupun sebenarnya memiliki alur pemikiran yang sama (seandainya terpaksa melakukan copas).
  • Jangan sekali-kali mempergunakan black hat seo, karena walau serapat apapun anda menyembunyikannya, pasti akan ketahuan.
  • Jangan melakukan tindakan yang menjurus kepada over optimasi blog dan pencarian backlink, karena hal ini pasti akan berdampak tendangan maut oleh Google Pinguin.
  • Selalu upayakan untuk mendapatkan backlink yang berkualitas dari blog-blog dofollow, karena hal ini akan mempengaruhi posisi SERP blog anda.
Sekali lagi, dengan tidak bermaksud untuk menggurui anda semua, kami akhiri artikel tentang  Goggle Pinguin, algoritma Google 2012 ini, semoga bermanfaat.

Friday, June 3, 2011

PATIH AMANGKUBHUMI KERAJAAN MAJAPAHIT (2)

Gajah Mada, adalah merupakan Patih Amangkubhumi yang keempat, yang menjabat setelah terjadinya peristiwa Sadeng (1331 M), dan gempa bumi Pabanyu Pindah, tepatnya sejak tahun Saka 1256 (1334 M) sampai dengan meninggalnya pada tahun 1364 M. Pengangkatan Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi ini bersamaan dengan lahirnya putera Mahkota (Negarakertagama pupuh I/4) .

Nama Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi tercatat di dalam Prasasti OJO LXXXIV (Oud-Javaansch-Oorkonden, Nagelaten transkripties van wijlen Dr. J.L.A. Brandes, uitgegeven door Dr. N.J. Krom, Batavia : Albrecht & Co, 's-Gravenhage : Martinus Nijhoff, 1913 -VBG,IX-), tidak bertarikh serta diketemukan di daerah Surabaya. Prasasti tersebut ditulis pada batu dan tersimpan di Museum Nasional, Jakarta dengan tanda D.38). Pada muka depan baris 14 terpahat : " .. rake Mapatih ring Majapahit pu Gajah Mada .." artinya Gajah Mada sebagai Patih di Majapahit bergelar rakai. Oleh karena prasasti tersebut dikeluarkan oleh Tribhuwanatunggadewi, maka prasasti tersebut seharusnya dikeluarkan setelah tahun 1334 M dan sebelum tahun 1351 M (pada waktu itu Dyah Hayam Wuruk masih menjadi raja muda di Kahuripan).
Pada awal jabatannya Gajah Mada mengucapkan sumpah yang fenomenal dan menggemparkan yang terkenal dengan Sumpah Palapa, yang diucapkannya di hadapan Sang Rani dan seluruh pembesar kerajaan Majapahit pada waktu itu.


Sumpah yang diucapkan Gajah Mada ini sangat menggemparkan, Arya Tadah, Kembar, Warak mengejek Gajah Mada sambil mencaci maki, banyak pula yang ikut mengejek dan tidak percaya, Jabung Tarewes dan Lembu Peteng tertawa terbahak-bahak. Gajah Mada merasa di hina, lalu turun dari paseban, memeluk kaki Sang Rani serta mengungkapkan kesedihan hatinya akibat hinaan dari Arya Tadah dan kawan-kawannya tersebut. Di luar penangkilan, Kembar dan Warak dimusnahkan oleh Gajah Mada. Itulah kesempatan yang baik untuk melampiaskan dendamnya kepada Kembar yang telah mendahuluinya mengepung Sadeng. 

Peristiwa Sumpah Palapa ini tidak tertulis di dalam kakawin Negarakertagama dan hanya diuraikan secara panjang lebar dalam kitab Pararaton. Hal ini dapat dimengerti karena kakawin Negarakertagama pada dasarnya adalah merupakan suatu puja-sastra yang bertujuan untuk mengagungkan kebesaran Dyah Hayam Wuruk sebagai raja Majapahit.

Gajah Mada meninggal pada tahun Saka 1286 (1364 M) sesuai dengan uraian Negarakertagama dalam pupuh LXX - LXXII. Gajah Mada meninggal ini setelah perayaan Sraddha untuk memperingati dua belas tahun meninggalnya Sri Rajapatni yang di candikan di Bayalangu.

Segera setelah patih Gajah Mada meninggal, Dyah Hayam Wuruk memanggil Dewan Pertimbangan Agung Majapahit (disebut juga Pahom Narendra yang terdiri dari ibunda Tribhuwanatunggadewi, ayahanda Sri Kertawardhana, bibinya Dyah Wiyah Rajadewi Maharajasa, pamannya Sri Wijayarajasa, adinda Bhre Lasem dan suaminya Sri Rajasawardhana, adinda Bhre Pajang dan suaminya Sri Singhawardhana), mengadakan musyawarah yang bermaksud untuk mencari pengganti Gajah Mada (lihat Negarakertagama pupuh LXXI), dan hasilnya adalah : Gajah Mada tidak akan diganti, Dyah Hayam Wuruk sendiri yang akan langsung memimpin pemerintahan baik sebagai Raja maupun sebagai Patih Amangkubhumi. Susunan kabinet dirubah dengan Empu Tandi diangkat sebagai wredha menteri (menteri sepuh); Empu Nala (pahlawan Pa-Dompo) diangkat sebagai menteri amancanegara dengan pangkat Tumenggung, Pati Dami, diangkat sebagai Yuwa menteri (menteri muda) yang bertugas mencatat perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Sang Prabhu.

Dalam prasasti Sekar (tidak bertarikh dan tidak lengkap disiarkan oleh Dr. J.L.A. Brandes dalam T.B.G LII, 1911) yang diketemukan di daerah Sekar dekat Bojonegoro, mencatat nama Rakryan Rangga : Pu Dami, yang mahir dalam ilmu politik dan mempunyai pengetahuan yang luas tentang masa lampau, Rakryan Tumenggung : Pu Nala, bergelar Arya Wiramandalika, yang mengerikan keempat medan perjuangan dan pahlawan yang sudah banyak membinasakan musuh, pelindung orang utama dan pembunuh para durjana, Sang Arya Dewaraja : Pu Sridhara, pelindung bumi dan penuntut ilmu politik, bertugas membina suasana seluruh wilayah Jawadwipa dan Nusantara.


Penulis : J.B. Tjondro Purnomo ,SH

Bersambung  ..............


Thursday, June 2, 2011

ASAL USUL PATIH GAJAH MADA

Lontar Babad Gajah Maddha, menguraikan perihal asal usul Mahapatih Gajah Mada, seorang Patih Amangkubhumi dari kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa nya dalam usahanya mempersatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah payung kerajaan Majapahit.

Ringkasan isi lontar tersebut adalah sebagai berikut  :

1. Pada Lontar Babad Gajah Maddha dikatakan bahwa orang tua Gajah Mada berasal dari Wilwatikta yang disebut juga Majalangu.
Disebelah selatan “Lemah Surat” terletak “Giri Madri” yang dikatakan berada dekat dengan Wilatikta dikatakan hampir setiap hari Patni Nariratih pulang pergi dari Wilwatikta, mengantar makanan suaminya di asramanya di Giri Madri yang terletak disebelah selatan Wilwatikta. Hal ini berarti Giri Madri terletak disebelah selatan Lemah Surat dan juga disebelah Selatan Wilwatikta. Jarak antara Giri Madri dengan Wilwatikta dikatakan dekat. Tetapi jarak antara Lemah Surat dengan Wilwatikta begitu pula arah dimana letak Lemah Surat dari Wilwatikta tidak disebutkan dalam Babad Gajah Mada tersebut.




2. Babad Gajah Maddha menyebutkan tentang kelahiran Gajah Mada, ada kalimat yang berbunyi “On Cri Caka warsa jiwa mrtta yogi swaha” kalimat ini adalah candrasangkala yang bermaksud kemungkinan sebagai berikut:
On Cri Cakawarsa = Selamatlah Tahun Saka
Jiwa = 1 (satu)
mrtta = 2 (Dua)
Yogi = 2 (Dua)
Swaha = 1 (satu)
jadi artinya : Selamat Tahun Saka 1221 atau tahun (1299 Masehi).
Seandainya hal tersebut benar,  maka Mahapatih Gajah Mada dilahirkan pada tahun 1299 Masehi.

3. Mengenai nama Maddha disebutkan sebagai berikut:
Karena malu terhadap gurunya yakni : Mpu Ragarunting, begitu juga terhadap orang banyak, maka setelah kandungan Patni Nariratih membesar, lalu diajak ia oleh suaminya meninggalkan asrama pergi mengembara kedalam hutan dan gunung yang sunyi. Akhirnya pada suatu malam hari, waktu bayi hendak lahir,mereka berdua menuju kesebuah desa yang bernama Maddha terletak di dekat kaki gunung Semeru. Di desa itulah sang Bayi dilahirkan disebuah “Bale-Agung” yang ada di Kahyangan (pura/temple) desa tersebut. Bayi tersebut kemudian dipungut oleh seorang penguasa desa Maddha, kemudian dibawa ke Wilwatikta oleh seorang patih dan kemudian diberi nama Maddha. Jadi jika demikian halnya nama Maddha berasal dari nama desa Maddha yang terletak di kaki gunung Semeru. Hingga saat ini terdapat beberapa desa di kaki Gunung Semeru  yang mengindikasikan desa Maddha tersebut, yaitu Tamansatriyan, Wirotaman dan Kepatihan.

Nama Gajah oleh Babad Gajah Maddha sama sekali tidak disebutkan.kemungkinan besar nama gajah adalah nama julukan atau bisa juga nama jabatan (Abhiseka) bagi sebutan untuk orang kuat. Dengan demikian Gajah Mada berarti orang kuat yang berasal dari desa Maddha.

4. Mengenai nama orang tua Gajah Mada, ayahnya bernama Curadharmawyasa dan ibunya bernama Nariratih. Setelah mereka berdua disucikan ( menjadi pendeta) oleh Mpu Ragarunting di Lemah Surat, nama mereka berubah menjadi Curadharmayogi dan Patni Nariratih, mereka berdua kemudian menjadi brahmana.

Gajah Mada meninggal pada tahun Saka 1286 (1364 M) sebagaimana yang dituliskan dalam kakawin Negarakertagama pupuh LXXI/1 yang berbunyi : " .... tahun rasa (1286) beliau mangkat, baginda gundah terharu, bahkan putus asa, Sang dibyacita Gajah Mada cinta kepada sesama tanpa pandang bulu, insaf bahwa hidup ini tidak baka, karenanya beramal tiap hari".
Selanjutnya, apabila lontar Babad Gajah Maddha tersebut di atas benar, maka Gajah Mada meninggal dalam usia 65 tahun. 


Adapun didalam Babad Gajah Maddha kemudian menyebutkan bahwa Patni Nariratih bersenggama dengan Dewa Brahma yang berganti rupa seperti suaminya sehingga Gajah Mada seolah-olah dilahirkan atas hasil senggama antara Patni Nariratih dengan Dewa Brahma, akan diulas pada tulisan berikutnya.


Saturday, May 28, 2011

TENTANG SAYA

YANG MAHA MENCIPTA, YANG MAHA MEMELIHARA, YANG MAHA MENGAKHIRI
Sujudku setunduk-tunduknya, semoga sirna segala rintangan 


Aku banyak diremehkan, aku banyak dikecilkan dan aku sering mengalami penghinaan maupun cacian, namun semuanya itu aku anggap sebagai suatu hal yang biasa, yang penting aku tidak kecil di mata Tuhan.

Perjalanan aku menapaki Bhumi Majapahit sebenarnya telah berlangsung sejak akhir tahun 1998 dan baru tekun aku jalani sejak tahun 2002. Entah mengapa aku begitu jatuh cinta terhadap Majapahit dengan segala kebesaran dan kekurangannya. Di mata ku, Majapahit adalah sebuah kerajaan besar yang mampu mempersatukan seluruh wilayah Nusantara ini dengan sekian banyak ke aneka-ragamannya dengan satu sasanti "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa".

Pada awal perjalanan, aku banyak memperoleh informasi-informasi tentang Majapahit yang belakangan aku ketahui hal tersebut pada dasarnya lebih mengarah kepada cerita-cerita tradisi yang diturunkan secara turun-temurun, berdasarkan cerita dari mulut ke mulut (yang belum tentu benar keberadaannya). Pembuatan blog Majapahit_Info  ini pada dasarnya adalah merupakan ungkapan kerinduan aku untuk memperoleh informasi tentang Kerajaan Majapahit yang sebenar-benarnya. 

Adapun langkah-langkah yang telah aku lakukan adalah, pertama dan paling utama adalah memohon petunjuk ke Hadirat Tuhan YME, karena saya yakin se-yakin-yakinnya, hanya dengan tuntunanNya maka aku tidak akan pernah tersesat. Kedua, adalah dengan melakukan penelitian-penelitian sumber-sumber utama sejarah Majapahit baik yang berupa prasasti-prasasti (studi literatur), peninjauan lokasi langsung (ke situs peninggalan Majapahit) maupun studi kitab-kitab/buku-buku atau kakawin yang menceritakan tentang sejarah Majapahit. Di samping itu, informasi-informasi elektronik pun akan aku jadikan referensi, sepanjang hal tersebut dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya.


Pertanyaan yang mungkin timbul adalah : "Siapakah aku sebenarnya .... ?". Jika anda-anda semua memiliki "kemampuan" silahkan meneliti berdasarkan gambar-gambar/foto-foto di bawah ini.


 Sang Rama Guru Sejati-ku


Beberapa pusaka yang aku miliki

Silsilah atau kekerabatan aku adalah seperti di bawah ini :

 

Adapun "kemampuan" (anugerah Tuhan YME) yang aku miliki adalah seperti berikut  :





Memindahkan benda-benda ghaib



Salah satu Pusakaku dengan kemunculan auranya di langit


Demikianlah perkenalan selintas-pintas dariku.
Medio, Juni 2011

Wednesday, May 25, 2011

AWARD PERSAHABATAN

THE REAL GOLDEN FRIENDSHIP AWARD
Award persahabatan untuk insan-insan Nusantara

"Bersatu kita teguh, berserai kita runtuh" itulah bunyi peribahasa yang sangat mendalam artinya bagi kita semua. Pengalaman membuktikan bahwa pada jaman awal-awal pendirian kerajaan Majapahit, semangat persatuan dan kesatuan merupakan unsur utama di dalam memulihkan keadaan pasca serangan Jayakatwang dari Gelang-Gelang. Demikian halnya terulang pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan negeri ini, dimana semua unsur rakyat Indonesia bersatu padu tanpa memandang unsur agama, golongan, ras atau warna kulit maupun strata ekonomi, kita semua bersatu menentang penjajahan di Bumi Pertiwi yang tercinta ini. Persatuan dan Kesatuan yang utuh dari seluruh lapisan dan golongan anak bangsa ini adalah merupakan harga mati demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi tegaknya persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa, utamanya dalam situasi yang serba tidak menentu seperti sekarang ini.

Dengan rahmat dan anugerah Tuhan YME, dengan ini kami persembahkan sebuah Award persahabatan bagi seluruh insan-insan Nusantara yang mencintai semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan bangga kami persembahkan Award Persahabatan ini yang kami beri nama The Real Golden Friendship Award.
 
Wujud asli dari Award ini kami dapatkan dari reruntuhan sisa-sisa bangunan Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang sangat fenomenal itu. Oleh karenanya, kami beranggapan bahwa Award ini bukanlah suatu award yang biasa, melainkan memiliki nilai historis yang panjang.

Kami berharap kepada rekan-rekan semua, yang berkenan untuk mengambil atau menerima Award persahabatan ini, diminta untuk tidak membagi-bagikan kepada rekan-rekan yang lain.
Dengan pengeluaran award ini, diharapkan rekan-rekan yang telah sudi untuk menerimanya selalu mengusahakan terciptanya persatuan dan kesatuan yang utuh di lingkungan anda masing-masing.

Teriring salam dan semangat persatuan-kesatuan, kami haturkan Award persahabatan ini demi tegaknya semangat persatuan dan kesatuan bangsa di seluruh Nusantara.


Medio, Juni 2011
Team Golden Friendship Award


Himbauan :
Sebelum menerima atau mengambil Award persahabatan ini, dengan segala kerendahan hati kami meminta kepada rekan-rekan sekalian untuk memberikan sekedar pesan dan kesan yang berkaitan dengan semangat persatuan dan kesatuan Nusantara, pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih, dan salam hangat.


Untuk pertama kalinya The Real Golden Award ini diberikan kepada blog-blog di bawah ini :
  1. Majapahit 1478
  2. Bunga Majapahit
  3. Wilwatikta Madani
  4. Wongjawa670
Penganugerahan mana dilakukan atas kerja-samanya menguak sejarah kerajaan Majapahit demi persatuan dan kesatuan Nusantara.
Cara pasang award ini untuk ukuran banner adalah